Ayo Nonton Film Sang Pemberani !

Sang Pemberani adalah sebuah film yang mengisahkan tekad dan keberanian seorang karateka muda dalam meraih impian, dengan latar belakang kondisi sosial masyarakat Aceh pasca tsunami.

SINOPSIS:

Madi Ghafur, bocah SMP yang pemberani, terobsesi menjadi juara karate nasional seperti Diwa, sang abang yang tewas diterjang tsunami. Medali emas peninggalan sang abang dibawa Madi kemanapun pergi. Sarifah, ibunda Madi, sebenarnya bangga dengan cita-cita putranya. Namun mental remaja yang masih labil, menyebabkan Madi kalah dari Nirza pada seleksi karate daerah.

Merasa dirinya layak masuk pelatda, Madi membungkam semua teman yang menertawakan kekalahannya, dengan kekerasan! Walhasil, Sarifah yang mencari nafkah dengan menjadi kuli cuci, kehilangan pelanggan setia, karena Madi membuat anak-anak pelanggannya babak belur. Sarifah makin murka ketika Aisyah, adik perempuan Madi, ikut-ikutan berkelahi dengan anak laki-laki.

Tak diberi uang iuran latihan karate, Madi bertekad mencari uang sendiri. Diam-diam, Madi menjadi centeng Bang Adoi, teman almarhum ayahnya, yang banting setir menjadi ‘keamanan’ pasar pasca tsunami. Dengan kemampuan karatenya, Madi mampu membekuk pencopet dan bromocorah pasar yang berbadan lebih besar dari dirinya.

Karena lebih banyak berada di pasar, nilai-nilai pelajaran Madi menurun drastis. Madi mendapat peringatan dari wali kelasnya. Bukannya belajar giat, Madi makin kejar setoran agar bisa melunasi iuran Dojo.

Sampai suatu hari, Madi membantu Suya, asisten bengkel Azwar, dari serangan sekelompok preman yang mencoba merampok bengkel. Madi mati-matian menghadapi para preman, hingga tersungkur kesakitan. Saat itulah Azwar muncul. Memperlihatkan kematangan teknik karate yang sudah lama tak digunakan. Madi kagum melihat tendangan maegeri Sensei Azwar, yang sangat perkasa.

Akhirnya, Madi berhasil menjadi murid tunggal Sensei Azwar. Madi seperti menemukan ‘dojo’ baru. Berbagai alat latihan dirakit dari bahan-bahan yang ada di bengkel. Suya pun sesekali jadi ‘sparing partner’.

Selain Suya, tak ada yang tahu Madi berlatih karate dengan Sensei Azwar, kecuali Nirza yang sesekali mengunjungi Madi ke bengkel Sensei Azwar, untuk sekadar bermain dan curhat. Madi terkejut ketika mengetahui orangtua Nirza bertemu dan jatuh cinta di atas matras. Meski kemampuan karate Nirza cukup mumpuni untuk bocah seusianya, Madi melihat Nirza lebih senang menggeluti hobi roboticnya. Sangking sukanya mengutak-atik alat elektronik, Nirza bisa mereparasi berbagai alat elektronik, termasuk televisi Sensei Azwar yang sudah lama rusak.

Saat getol berlatih dan mengumpulkan uang, Sarifa mengetahui pekerjaan Madi. Sarifa demikian terpukul, ingat almarhum sang suami dan anak sulungnya Diwa, yang menjadikan ilmu karate sebagai sarana mempertinggi prestasi dan menguasai emosi, bukan untuk gagah-gagahan dan mencari uang dengan menjadi preman pasar!

Di waktu yang nyaris bersamaan, guru karate di Dojo mempersulit Madi ikut seleksi ulang, meski dirinya sudah melunasi tunggakan iuran. Dalam keadaan kalut, Madi ingat ucapan Sensei Azwar, seorang karateka harus bisa menguasai diri, dan mengalahkan hewan buas yang ada di dalam hati dan pikiran. Madi pun pasrah jika Tuhan memang belum menakdirkannya ikut seleksi ulang. Kepasrahan itu, ternyata membawa nikmat dan berkah. Tak hanya hubungannya dengan ibu dan sang adik yang kembali harmonis, peluang untuk ikut kejurnas di Bali pun, tiba-tiba terbuka, lantaran Nirza mengundurkan diri dari pelatda. Sensei Ryan mengabarkan kepada pelatih di Dojo, bahwa Madi bisa mengikuti seleksi ulang. Akhirnya, Madi berhasil menjadi wakil terakhir Aceh yang ikut pelatnas.

Bergabung dengan puluhan karate muda berbakat di pelatnas, membuat Madi canggung. Dari anak kuli cuci yang hidup serba keras sebagai centeng preman pasar, Madi harus bergaul dengan anak orang kaya yang semuanya berambisi menjadi yang terbaik di atas matras. Di tengah intrik-intrik di dalam pelatnas, Madi berteman erat dengan Azim dan Vina. Mereka bertiga lolos menjadi 8 karateka muda yang berhak ikut Bali Open.

Tiga hari menjelang Bali Open, Madi memanfaatkan waktu liburnya untuk menyambangi Sensei Kusnadi, guru karate terkenal di Bali. Sensei Kus yang pernah menurunkan ilmu karatenya kepada almarhum ayah Madi, awalnya enggan melatih Madi, lantaran melihat tipikal karateka zaman sekarang, yang cenderung mengutamakan teknik karate untuk memenangkan pertandingan, tapi melupakan sumpah karate yang menjadi dasar keluruhan budi seorang karateka. Namun setelah melihat keseriusan Madi memperdalam teknik dan filosofi karate, akhirnya Sensei Kus mau melatih Madi.

Bazaar Jakarta 2014 | Festival ESQ

Bazaar Jakarta 2014 | Festival ESQ : Undangan Terbuka Milad di Menara 165

ESQ telah berkiprah selama 14 tahun dalam membangun Indonesia Emas 2020 : yaitu masyarakat Indonesia yang berkarakter jujur, tanggung jawab, visioner, disiplin, kerjasama, adil dan peduli.

Pada tanggal 17-18 Mei 2014 akan melaksanakan Reuni, Bazar, dan Festival di Menara 165 jln TB Simatupang Jakarta selatan. Dengan beberapa rangkaian acara diantaranya:

Tanggal 17 Mei 2014

 Pukul 09.00-10.00

Ruang Andalusia: Pembukaan ESQ Reunion & Education Festival

Pukul 10.00-12.00

Ruang Andalusia: Launching Hijabers 165

Ruang Gibraltar: Lomba Da’i Cilik 165

Ruang Cordoba: Workshop dan Lomba Photography Teenagers

Pukul 14.00-16.00

Ruang Andalusia: Talk Show Wirausaha Muda Kreatif berbasis Teknologi dengan tema “Meraih Peluang Bisnis di Era Digital” oleh Diman Andhana (Chief Technology Officer PT. Beetlebox Official – Reps Mozilla Indonesia)

Ruang Gibraltar: Pembekalan Calon Jamaah Haji ESQ

Ruang Cordoba: Seminar “Entrepreneurship” oleh Hendi Setiono (Owner Baba Rafi)

Pukul 16.00-17.00

Ruang Gibraltar: Press Conference film “Sang Pemberani”

Pukul 19.30-21.00

Ruang Granada: Premier film “Sang Pemberani” *

Tanggal 18 Mei 2014

Pukul 10.00-12.00

Ruang Andalusia: Lomba Desain Product

Ruang Gibraltar: Lomba Mewarnai Gambar dan Pengumuman

Ruang Cordoba: Pengajian 165 oleh Syekh Ali Jabir

Pukul 12.30-13.30

Lobby MICE: Pengumuman Pemenang Da’i Cilik 165

Pukul 14.00-16.00

Ruang Andalusia: Spiritual Journey

Ruang Cordoba: Talk Show Internet Marketing oleh Jafrial. Dan masih banyak lagi..

Ayo para alumni ESQ sebarkan info ini, dan hadiri bersama keluarga.

Salam Semut, dan Salam Indonesia Emas 2020.

Seminar Parenting di ESQ BS : Mengantisipasi Tindak Kekerasan Seksual Pada Anak

seminar parenting, seminar orang tua, seminar tentang anak

ESQ Business School bekerja sama dengan ESQ Leadership center mengadakan Seminar Parenting : Mengantisipasi Tindak Kekerasan Seksual Pada Anak, yang akan diadakan di Auditorium ESQ Business School dengan pembicara Ida S. Widayanti (penulis buku parenting)  pada tanggal 14 Mei 2014 – jam 13.00 WIB.

 

%d bloggers like this: